Limapuluh KotaKupaspost.com - Dalam rangka memperingati hari Bhayangkara ke 77, Polres 50 Kota melakukan revitalisasi situs budaya dan agama yang ada di wilayah hukumnya, tepatnya di Nagari Taram Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Rabu (21/06/23).

Revitalisasi tersebut dimulai sejak 16 Juni 2023, dengan melakukan perbaikan sarana dan prasarana Surau Tuo Nagari Taram.

Kapolres 50 Kota AKBP Ricardo Condrat Yusuf, SH, SIK, MH, mengatakan, tujuan revitalisasi budaya dan agama ini, agar situs budaya tidak mengalami degradasi atau penurunan kualitas, maupun nilai pentingnya.

“Tahun ini kita lakukan glorifikasi terhadap situs budaya dan agama, sehingga akan membentuk kerukunan, toleransi antar umat beragama, yang dapat menjadi alat pemersatu bangsa, membangun ekosistem wisata, mendukung UMKM, agar dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” kata AKBP Condrat kepada media usai vidcon di Surau Tuo Nagari Taram.

Menurutnya, Indonesia merupakan negara yang majemuk, karena penduduknya berasal dari berbagai latar belakang budaya, ras, adat, dan agama. Moderisasi beragama juga sangat diperlukan sebagai solusi, agar dapat menjadi kunci penting menciptakan kehidupan yang rukun, harmoni, damai dalam bermasyarakat.

“Situs budaya dan agama merupakan warisan dari sebelumnya, sejarah dan budaya masa lalu mempunyai arti sangat penting bagi pembangunan bangsa kedepan, karena memiliki nilai budaya yang tinggi, menjadi kebanggaan dan sumber pembentukan karakter bangsa,” ucapnya.

Sementara itu Ketua pengurus Surau Tuo Taram dan menuturkan, apa yang dilakukan oleh Polres 50 Kota dalam hal ini merevitalisasi situs budaya dan agama, merupakan hal yang positif dan patut untuk kami apresisi dan kami sebagai perwakilan masyakar Nagari Taram mengucapkan terima kasih banyak kepada Polres 50 Kota atas kegiatan positif yang telah dilakukan untuk tempat ibadah kami ini.” tutur Ketua Pengurus Surau Tuo Nagari Taram.

Ucapan terima kasih juga datang dari Kadis Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Lima Puluh Kota Drs Rahmad Hidayat, MS.i

“Terima kasih Polres 50 Kota yang telah peduli dengan tempat ibadah dan budaya, semoga hal seperti ini bisa berlanjut terus, karena budaya merupakan peninggalan sejarah,” ungkap Rahmad Hidayat.

Rahmad juga meminta kepada Polres 50 Kota agar terus melindungi, mengayomi masyarakat agar Kamtibmas tetap terjaga dengan baik, sehingga Lima Puluh Kota ini makin aman dan jauh dari bahaya.

“Polisi harus sigap dalam menanggulangi gangguan Kamtibmas, dan hal ini perlu sinergi baik dengan organisasi keagamaan maupun organisasi kemasyarakatan,” pungkasnya. (Jpp)

 
Top