Batam-kupaspost.com-
Sorotan terhadap aktivitas di kawasan Dapur 12, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, kian menguat. Sebuah pelabuhan tikus yang telah lama beroperasi di wilayah tersebut kini kembali menjadi perhatian setelah diduga melakukan penimbunan hutan mangrove dan reklamasi tanpa izin resmi.

‎Pantauan di lokasi pada Sabtu (14/2/2026) memperlihatkan perubahan signifikan pada garis pesisir. Area yang diduga merupakan hutan mangrove tampak mulai ditimbun secara bertahap.

‎Tidak terlihat adanya papan proyek ataupun informasi perizinan yang semestinya menjadi standar dalam setiap kegiatan pembangunan.

‎Meski belum ditemukan aktivitas bongkar muat, keberadaan pelabuhan tidak resmi yang berjalan beriringan dengan kegiatan reklamasi ini menimbulkan kecurigaan publik. 

‎Banyak pihak menilai, aktivitas tersebut bukan sekadar pekerjaan biasa, melainkan indikasi adanya pengembangan yang perlu ditelusuri legalitasnya.

‎Kerusakan mangrove menjadi perhatian serius. Selain berfungsi sebagai pelindung alami pesisir dari abrasi, kawasan ini juga menjadi habitat penting bagi berbagai biota laut. Jika penimbunan dilakukan tanpa izin, dampaknya tidak hanya pada lingkungan, tetapi juga terhadap keberlangsungan hidup masyarakat pesisir.

‎Upaya konfirmasi oleh awak media di lapangan tidak membuahkan hasil. Para pekerja dan sopir yang berada di lokasi memilih bungkam dan enggan memberikan informasi mengenai pihak yang bertanggung jawab. 

‎Identitas pemilik maupun pengelola pelabuhan tikus tersebut hingga kini belum diketahui.

‎Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar terkait pengawasan di lapangan. Aktivitas yang berlangsung secara terbuka tanpa kejelasan legalitas dinilai tidak seharusnya luput dari perhatian pihak berwenang.

‎Desakan masyarakat pun semakin kuat agar aparat penegak hukum bersama BP Batam segera turun langsung melakukan pemeriksaan. 

‎Penelusuran izin hingga penindakan tegas dianggap penting untuk memastikan tidak ada pelanggaran hukum yang dibiarkan.

‎Sampai berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait. Publik kini menanti langkah konkret untuk mengungkap fakta di balik aktivitas reklamasi di pelabuhan tikus Dapur 12 tersebut.


(Tim)

Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama
 
Top