Tanjungpinang-kupaspost.com- Kapolda Kepulauan Riau, Asep Safrudin, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi yang dirangkaikan dengan pembahasan kesiapsiagaan pemerintah daerah menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian bersama Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI Amalia Adininggar Widyasanti.
Rakor yang berlangsung di Aula Wan Seri Beni, Kantor Gubernur Kepulauan Riau, Senin (9/3/2026), juga dihadiri Gubernur Kepri Ansar Ahmad, Wakapolda Kepri Anom Wibowo, Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan, serta jajaran Forkopimda, para bupati dan wali kota se-Provinsi Kepulauan Riau.
Dalam arahannya, Mendagri menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi, khususnya menjelang momentum Ramadan dan Idul Fitri yang kerap memicu peningkatan harga kebutuhan pokok.
Menurut Tito Karnavian, inflasi nasional saat ini berada pada angka 4,76 persen secara tahunan (year-on-year) dan 0,68 persen secara bulanan (month-to-month). Pemerintah menargetkan tingkat inflasi nasional dapat dikendalikan pada kisaran 2,5 ± 1 persen.
Khusus untuk Provinsi Kepulauan Riau, kondisi inflasi dinilai masih cukup terkendali. Inflasi daerah tercatat sebesar 3,54 persen secara tahunan, bahkan menempatkan Kepri sebagai salah satu dari sepuluh provinsi dengan tingkat inflasi terendah di Indonesia, meskipun inflasi tertinggi di wilayah Kepri masih terjadi di Kota Tanjungpinang.
Sementara itu, Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan bahwa salah satu faktor yang memengaruhi inflasi adalah kebijakan pemerintah terkait tarif listrik. Pada awal tahun sebelumnya sempat terjadi deflasi akibat program diskon tarif listrik, sehingga saat tarif kembali dinormalisasi muncul tekanan inflasi pada indeks harga konsumen (IHK).
Namun demikian, BPS memprediksi tekanan inflasi dari komoditas listrik akan mulai mereda pada April 2026, seiring berakhirnya efek dasar (low base effect) dari kebijakan diskon tarif listrik pada tahun sebelumnya.
Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) memiliki peran penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya, kondisi kamtibmas yang aman dan kondusif akan mendorong kelancaran aktivitas perdagangan, distribusi logistik, hingga meningkatkan kepercayaan investor terhadap daerah.
“Stabilitas kamtibmas menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Ketika situasi keamanan terjaga dengan baik, aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan lancar, distribusi barang tetap stabil, dan kepercayaan investor terhadap daerah juga semakin meningkat,” ujar Asep Safrudin.
Melalui rapat koordinasi tersebut, diharapkan seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat koordinasi dan mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Polda Kepri juga menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait dalam menjaga stabilitas keamanan serta kelancaran distribusi logistik di wilayah Kepulauan Riau.
Sementara itu, Kabidhumas Polda Kepri Nona Pricillia Ohei mengimbau masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian atau ingin menyampaikan pengaduan agar memanfaatkan layanan Call Center 110 yang tersedia selama 24 jam atau melalui aplikasi Polri Super Apps.
(***)
