Batam-kupaspost.com- Aktivitas produksi bata merah di kawasan Tanjung Piayu, Kecamatan Seibeduk, Kota Batam, menuai sorotan. Kegiatan usaha yang berlangsung cukup aktif ini memicu perhatian publik, terutama terkait kepatuhan terhadap perizinan serta potensi dampak lingkungan di sekitarnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Senin (27/4/2026), proses produksi terlihat berjalan rutin di salah satu lokasi yang diketahui dikelola oleh beberapa pengusaha. Sejumlah pekerja tampak melakukan pencetakan bata merah di area terbuka, dengan material produksi yang tersusun di sekitar lokasi.
Aktivitas tersebut dinilai perlu mendapat peninjauan lebih lanjut. Sejumlah pihak mengungkapkan kekhawatiran terhadap kemungkinan dampak lingkungan, seperti debu yang berpotensi mengganggu kualitas udara.
Selain itu, aspek administrasi perizinan usaha turut menjadi perhatian. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa pengelola usaha belum dapat menunjukkan secara lengkap dokumen perizinan operasional saat dimintai keterangan di lapangan. Meski demikian, informasi tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut dari instansi berwenang.
Pengamat kebijakan publik menilai, penting bagi pemerintah daerah untuk segera melakukan pengecekan langsung guna memastikan apakah kegiatan tersebut telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku, baik dari sisi perizinan, tata ruang, maupun pengelolaan lingkungan.
“Langkah verifikasi ini penting agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi di masyarakat, sekaligus memberikan kepastian hukum bagi semua pihak,” ujar salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.
Di sisi lain, pemerintah terus mengingatkan bahwa setiap pelaku usaha wajib memenuhi seluruh persyaratan administrasi sebelum menjalankan kegiatan produksi. Kepatuhan terhadap regulasi tidak hanya berdampak pada legalitas usaha, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan lingkungan dan ketertiban wilayah.
Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan resmi dari instansi terkait di Kota Batam mengenai status perizinan aktivitas produksi bata merah tersebut. Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait guna memperoleh informasi yang lebih lengkap dan berimbang.
(Tim)
