Mentawai-kupaspost.com-
Pembangunan jembatan yang menjadi salah satu sasaran fisik Program Karya Bakti TNI AD Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Kepulauan Mentawai terus menunjukkan progres signifikan. Satgas Karya Bakti TNI AD saat ini tengah mempercepat pengerjaan jembatan di Dusun Gobik, Desa Bosua, Kecamatan Sipora Selatan, agar dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.


Pada Kamis (4/6/2026), personel Satgas fokus melaksanakan proses pengecoran abutmen atau landasan utama jembatan yang menjadi bagian penting dalam konstruksi. Tahapan ini dilakukan sebagai upaya mempercepat penyelesaian pembangunan mengingat target waktu pelaksanaan yang semakin dekat.


Komandan Kodim 0319/Mentawai, Bambang Budi Hartanto, mengatakan bahwa seluruh personel Satgas terus berpacu dengan waktu untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana.


“Pekerjaan saat ini memasuki tahap pengecoran abutmen sebagai landasan dasar jembatan. Dengan waktu yang semakin mendekat, kami terus mengupayakan agar pembangunan jembatan ini dapat segera diselesaikan,” ujarnya.


Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut akan memberikan dampak besar bagi masyarakat Desa Bosua dan sekitarnya. Selain mempermudah mobilitas warga, akses transportasi yang lebih baik juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.


Jembatan yang dibangun melalui Program Karya Bakti TNI AD ini nantinya akan menjadi sarana vital yang menghubungkan aktivitas warga, memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta membuka akses yang lebih mudah menuju berbagai fasilitas pelayanan masyarakat.


Satgas Karya Bakti TNI AD berkomitmen untuk terus menggenjot pembangunan sejumlah sasaran fisik lainnya di wilayah Kepulauan Mentawai. Dengan kerja sama antara TNI dan masyarakat, seluruh pembangunan diharapkan dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan warga.


Program Karya Bakti TNI AD sendiri menjadi salah satu bentuk pengabdian TNI kepada masyarakat melalui pembangunan infrastruktur yang mendukung pemerataan pembangunan hingga ke daerah terpencil, termasuk di wilayah Kepulauan Mentawai.

(***)

 
Top