Rusmadi, Kepsek SMKN 2 Padang katakan, semua persoalan ada jalan keluarnya. Badai pasti berlalu, kuncinya saling menguatkan dan mengingatkan. Sutan Malin Mudo


Sumbar, Kupaspost.com- Sempat viral di berbagai media secara nasional baru-baru ini terkait adanya duga'an pemaksaan menggunakan Jilbab pada  Siswi non Muslim, di lingkungan Sekolah Menengah Kejuruan (SMKN) 2 Padang. Sama sekali tidak berpengaruh pada proses belajar mengajar sekolah. Sejauh ini, pantauan media ini proses belajar mengajar tetap jalan.

Disampaiakan Kepala SMKN 2 Padang, Rusmadi sejauh ntuk belajar mengajar tetap eksis, tidak berpengaruh pada warga sekolah meskipun banyak tamu yang berkunjung," ujarnya ketika dikunjungi awak media ini di ruangan kerjanya pada, Kamis (17/2/2021).

" Selama ini semua Siswi Non Muslim mengaku senang dan nyaman memakai jilbab. Ketika ada kegiatan keagamaan di Mushalla lingkungan Sekolah mereka juga berbaur dan masuk ke Mushalla tersebut," ini hanya kesalah pahaman saja.

Lanjutnya, khusus belajar agama mereka kita arahkan mereka di gereja dan tidak mengikuti agama Islam. Jadi, sejauh ini kita cukup dan bahkan sangat tolenransi menghargai semua agama, sesuai dengan pasal 29 UUF 1945, pungkas Rusmadi.

"Ananda Jeni Cahyani Hia, kelas X OTKP 1 tetap bersekolah seperti biasa. Kami berharap, kekhilafan dan simpang siur informasi di media sosial dapat kita selesaikan dengan semangat kesamaan dalam keberagaman," jelas pria yang akrab disapa Madi.

Rusmadi menambahkan, akan melakukan pembenahan mengenai pemakaian jilbab di SMK N-2 Padang. Lanjutnya, Dinas Pendidikan (Disdik) sudah memberikan arahan dan aturannya.

" Kita akan buatkan aturan baru sesuai arahan dari Disdik Sumbar juga Ombudsman Sumbar terkait perihal disangkakan, terangnya. Kalau untuk non-muslim menyesuaikan saja," tegasnya. 

Jadi, semuanya ini hanya kesalah pahaman saja dan misskomunisi. Tapi, semuanya tentu ada hikmahnya. Tapi yakinlah, dibalik semua ini ada rencana baik dari tuhan., badai pasti berlalu, imbuh Rusmadi mengakhiri. (Hr1/arz)

 
Top