Mentawai-kupaspost.com- Personel Satgas Karya Bakti TNI AD Untuk Rakyat wilayah Kabupaten Kepulauan Mentawai Tahun Anggaran (TA) 2026 terus memacu pengerjaan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Memasuki akhir pekan, semangat gotong royong tak kendur saat menyasar kediaman Bapak Tertinus di Dusun Karoniet, Desa Tuapejat, Kecamatan Sipora Utara, Sabtu (06/06/2026).
Pantauan di lokasi, sejumlah prajurit TNI bersama warga setempat tampak bahu-membahu mengejar target pemasangan dinding papan rumah. Langkah cepat ini dilakukan agar hunian tersebut dapat segera ditempati dengan layak dan nyaman oleh pemiliknya.
Komandan Kodim (Dandim) 0319/Mentawai, Letkol Inf Bambang Budi Hartanto, menegaskan bahwa program Karya Bakti TNI AD ini merupakan bukti nyata kehadiran negara di tengah-tengah masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan dan terluar.
"Kami terus berkomitmen menyelesaikan target pembangunan ini tepat waktu tanpa mengurangi kualitas bangunan. Kehadiran Satgas di Dusun Karoniet ini bukan sekadar membangun fisik rumah, tetapi juga merawat kemanunggalan TNI dengan rakyat," ujar Letkol Inf Bambang Budi Hartanto.
Raut kebahagiaan dan haru tidak dapat disembunyikan dari wajah Tertinus. Baginya, bantuan rehabilitasi rumah ini merupakan berkah luar biasa yang mengubah impian keluarganya memiliki hunian layak menjadi kenyataan.
Di sela-sela proses pembangunan, Tertinus menyampaikan apresiasi mendalam kepada pemerintah pusat dan jajaran TNI AD yang telah memberikan perhatian nyata bagi masyarakat kecil di Kepulauan Mentawai.
"Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden beserta jajarannya atas adanya bantuan Satgas Karya Bakti TNI AD untuk Rakyat ini. Program ini sangat membantu kami masyarakat di Mentawai. Terima kasih juga kepada bapak-bapak tentara yang setiap hari bekerja keras membangun rumah kami," ungkap Tertinus dengan mata berkaca-kaca.
Program Karya Bakti TNI AD TA 2026 di wilayah Kepulauan Mentawai ini diharapkan dapat terus mengakselerasi peningkatan kesejahteraan masyarakat, sekaligus menjadi stimulus bagi percepatan pembangunan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar.
(***)
