Kalaksa BPBD Sumbar Erman Rahman, Gubernur H. Mahyeldi, Narasumber dan Kabid Rehab Rekon Suryadi Eviontri saat pembukaan Bimtek Jitu Pasna angkatan ke-VIII. @rie Sutan Malin Mudo


Sumbar, Kupaspost.com- Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah  (KalaksaBPBD) Sumbar Erman Rahman dalam sambutannya mengatakan peserta Bimtek diikuti sekitar 115 orang peserta yang terdiri dari utusan kelurahan, nagari di berbagai daerah di Sumbar, termasuk para jurnalis relawan bencana.

Menariknya, lanjut Erman karena dalam suasana wabah Covid-19 dan jangan menjadi kluster baru penyebarannya. Maka, sebelum acara dimulai seserta wajib dilakukan swab antigen dan semua negatif. Bagi yang positif otomatis gagal langsuang, juga swab antigen ini sebagai tiket utama bagi peserta bisa atau tidaknya mengikuti Bimtek Jitu Pasna ini.

" Tujuannya, kegiatan ini mengacu dan menerapkan aturan protokol kesehatan agar tidak memicu preseden buruk untuk gerbangnya Covid-19. Maka dari itu, kita protek sedini mungkin," tegas Erman Rahman.

Erman Rahman selaku panitia pelaksana dan penanggung jawab penuh menambahkan, bahwa Bimtek ini guna memberikan gambaran dalam penghitungan dan pengkajian kebutuhan pasca bencana secara cepat dan akurat.

“Karena itu, diperlukan relawan baik kalangan jurnalis maupun masyarakat di kelurahan dan desa untuk dibimbing agar bisa melakukan penghitungan pasca bencana di lapangan,” ungkap Ehman Rahman dalam laporannya.

Kita berharap, kedepannya semoga dengan digelarnya Bimtek ini peserta dapat melakukan hitung cepat pengkajian pasca bencana dan nantinya bisa menjadi garda terdepan juga aktor peduli bencana dan kemanusiaan. 

Dengan harapan bisa mengaplikasikan ilmunya ditengah-tengah masyarakat," pungkasnya Erman. 

Erman Rahman juga mengucapkan terima kasih atas kepada semua pihak yang mendukung  pelaksanaan bimtek jitu pasna ini.

Ditambahkan, untuk bimtek Jitu Pasna BPBD Sumbar selama tiga hari ini, menghadirkan narasumber yang berkopempeten dan mumpuni dibidangnya, seperti dari Pusdiklat BNPB pusat, Konsultan Kebencanaan Mahoni Cakra Saujana (MCS) dari Yogyakarta dan praktisi kebencanaan. (Hr1)

 
Top