Batam-kupaspost.com- Menyambut arus mudik Lebaran 1447 Hijriah/2026, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) (PELNI) memastikan kesiapan penuh menghadapi lonjakan penumpang yang diprediksi meningkat signifikan dibandingkan hari biasa.
Momentum libur panjang Hari Raya Idulfitri menjadi periode krusial bagi perusahaan pelayaran milik negara tersebut, khususnya dalam melayani mobilitas masyarakat di wilayah kepulauan seperti Batam dan sekitarnya.
Kepala Cabang PELNI Batam, Edwin Kurniansyah, menegaskan bahwa seluruh persiapan angkutan Lebaran 2026 telah dimatangkan jauh hari. Mulai dari optimalisasi armada kapal penumpang, penyesuaian jadwal, hingga antisipasi lonjakan di rute-rute favorit.
“Sejumlah trayek dengan okupansi tinggi seperti Batam–Belawan kami prediksi akan mengalami peningkatan signifikan. Seluruh armada kapal penumpang dalam kondisi siap operasi, baik dari sisi teknis maupun keselamatan,” ujar Edwin, Selasa (24/2/2026).
Tak hanya memastikan kesiapan armada, PELNI juga memperkuat koordinasi dengan Kementerian Perhubungan serta aparat keamanan guna menjamin kelancaran arus mudik. Pemeriksaan kelaikan kapal (ramp check), simulasi tanggap darurat, dan peningkatan pengawasan di pelabuhan menjadi fokus utama menjelang puncak keberangkatan.
Digitalisasi layanan pun terus dioptimalkan.
Masyarakat kini dapat memesan tiket secara daring melalui aplikasi dan website resmi PELNI, langkah yang dinilai efektif untuk menekan antrean panjang di loket pelabuhan. Calon penumpang diimbau membeli tiket lebih awal guna menghindari kehabisan kuota, terutama pada rute padat tujuan Sumatera.
Komitmen terhadap keselamatan menjadi prioritas utama. PELNI menegaskan tidak akan mentolerir kelebihan kapasitas penumpang. “Tidak ada toleransi untuk over capacity. Keselamatan dan kenyamanan penumpang adalah prioritas kami,” tegas Edwin.
Di wilayah Kepulauan Riau, lonjakan penumpang diperkirakan cukup tinggi mengingat banyaknya perantau yang akan kembali ke kampung halaman untuk merayakan Lebaran bersama keluarga. Sebagai langkah antisipasi tambahan, PELNI juga menyiapkan skenario darurat apabila terjadi lonjakan di luar proyeksi, termasuk pengaturan ulang jadwal sandar dan percepatan proses embarkasi.
Dengan berbagai langkah strategis tersebut, PELNI optimistis mampu menghadirkan layanan mudik Lebaran 2026 yang aman, nyaman, dan lancar. Bagi jutaan masyarakat, mudik bukan sekadar perjalanan pulang kampung, melainkan perjalanan menuju hangatnya kebersamaan. Dan tahun ini, PELNI kembali siap menjadi jembatan penghubung kebahagiaan itu.
(Abrol)
