Batam-kupaspost.com-
Suasana Ramadan terasa berbeda di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Batam. Di balik tembok tinggi dan pintu-pintu besi, lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema dari setiap blok hunian. Salat tarawih digelar secara bergantian, menghadirkan nuansa khusyuk sekaligus tertib bagi seluruh warga binaan.


Program tarawih bergilir ini menjadi bagian dari pembinaan kerohanian Islam yang rutin dilaksanakan setiap bulan suci. Dengan sistem terjadwal per blok hunian, pelaksanaan ibadah berlangsung aman dan terkontrol, sekaligus memastikan seluruh warga binaan mendapatkan kesempatan yang sama untuk meraih keberkahan Ramadan.


Petugas pengamanan bersama staf pembinaan tampak siaga mengawal jalannya ibadah. Kehadiran mereka bukan sekadar menjaga keamanan, tetapi juga memastikan suasana tetap kondusif sehingga para jamaah dapat beribadah dengan tenang dan penuh penghayatan.


Kepala Lapas Batam, Yosafat Rizanto, menegaskan bahwa Ramadan menjadi momen penting dalam proses pembinaan. Menurutnya, bulan suci bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga waktu terbaik untuk refleksi diri dan memperbaiki kualitas spiritual.


“Ramadan adalah bulan penuh ampunan dan pembelajaran. Melalui tarawih bergilir di setiap blok hunian, kami ingin memastikan seluruh warga binaan tetap dapat meningkatkan kualitas ibadahnya tanpa mengabaikan aspek keamanan dan ketertiban,” ujarnya.


Ia menambahkan, pembinaan spiritual memiliki peran besar dalam membentuk karakter warga binaan. Dengan rutinitas ibadah yang terjaga, diharapkan tumbuh kesadaran, ketenangan batin, serta semangat untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.

Ramadan di Lapas Batam pun menjadi gambaran bahwa harapan selalu ada, bahkan di balik jeruji. Melalui tarawih bergilir ini, Lapas Batam menegaskan komitmennya menghadirkan pembinaan yang menyentuh hati, agar warga binaan kelak siap kembali ke tengah masyarakat dengan semangat baru dan nilai-nilai kehidupan yang lebih kuat.

(***)

Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama
 
Top