Batam-kupaspost.com- PT Putra Tidar Perkasa (PTP) memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang menyebut adanya dugaan intimidasi oleh petugas keamanan (security) terhadap wartawan saat melakukan peliputan di lingkungan PT Ecogreen Oleochemicals.
Direktur PTP, Aan Hana Rambe, menjelaskan bahwa pihaknya merasa perlu meluruskan informasi yang beredar agar tidak menimbulkan persepsi negatif terhadap perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengamanan tersebut.
Menurut Aan, kronologi bermula pada Jum'at (1/5/2026), ketika dirinya dihubungi oleh pihak manajemen Ecogreen yang mempertanyakan pemberitaan mengenai sikap arogan security di lokasi kerja mereka. Menanggapi hal tersebut, Aan mengaku belum dapat memberikan penilaian sepihak dan memilih untuk melakukan klarifikasi langsung di lapangan.
“Kami tidak ingin mengambil kesimpulan tanpa melihat fakta. Jika memang ada pelanggaran, tentu akan kami evaluasi. Tapi kalau tidak, ini juga harus diluruskan,” ujarnya, Selasa (5/5/2026) di ruang kerjanya.
Keesokan harinya, Aan mengajak sejumlah pihak, termasuk rekan wartawan, untuk mendatangi lokasi PT Ecogreen guna memastikan kejadian yang sebenarnya. Ia menegaskan bahwa kunjungan tersebut murni untuk klarifikasi, bukan bentuk tekanan atau intimidasi.
“Tidak ada pemaksaan. Kami justru memohon kesediaan rekan wartawan untuk hadir bersama agar persoalan ini jelas. Semua dilakukan secara terbuka di lokasi kejadian,” jelasnya.
Terkait isu adanya dugaan ancaman dalam satu kendaraan, Aan membantah keras tudingan tersebut. Ia menjelaskan bahwa penggunaan satu mobil dilakukan semata karena faktor cuaca hujan dan efisiensi perjalanan, serta menggunakan kendaraan resmi perusahaan.
“Sepanjang perjalanan tidak ada tekanan. Kami bahkan bercanda dan bernyanyi. Tujuan kami hanya ingin memastikan fakta di lapangan,” tambahnya.
Setibanya di lokasi, pihak Ecogreen disebut menerima rombongan dengan baik. Klarifikasi dilakukan langsung dengan petugas security yang bertugas saat kejadian. Dari hasil pertemuan tersebut, Aan menyebut tidak ditemukan adanya tindakan intimidasi seperti yang diberitakan sebelumnya.
“Security hanya menjalankan prosedur standar, yakni menanyakan kepentingan pihak yang masuk ke area perusahaan. Itu bagian dari tugas pengamanan,” katanya.
Aan menegaskan bahwa pihaknya tetap terbuka terhadap evaluasi apabila ditemukan pelanggaran di lapangan. Namun, ia berharap pemberitaan yang beredar juga mempertimbangkan prinsip keberimbangan agar tidak merugikan pihak tertentu.
“Kami memiliki banyak klien di Batam. Informasi yang tidak utuh bisa berdampak besar terhadap kepercayaan. Karena itu, klarifikasi ini penting,” tutupnya.
(Abrol)

