Limapuluh Kota, Kupaspost.com - Bupati Limapuluh Kota, Safaruddin Dt.Bandaro Rajo memimpin upacara tabur bunga Praja Muda Angkatan XXXIII IPDN (Institut Pemerintahan Dalam Negeri) Kampus Sumatera Barat di Taman Makam Pahlawan Lurah Kincia, Situjuah Batua, Minggu, (15/10/2023). Tidak hanya upacara tabur bunga, kegiatan yang bertujuan untuk penanaman nilai juang bagi Praja Muda tersebut juga dirangkai dengan sejumlah kegiatan positif lain diantaranya jalan juang, kemah juang, penanaman pohon, dan sosialisasi tentang sejarah peristiwa Situjuah.


 Tampak hadir dalam kegiatan tersebut, Direktur IPDN Sumatera Barat Dr.Tun Suseno bersama jajaran, Asisten I Pemda Limapuluh Kota Herman Azmar, Kepala Kesbangpol Joni Amir, Camat Situjuah Limo Nagari Rumelia bersama unsur Forkopimca, Wali Nagari Situjuah Batua Don Vesky dan sejumlah tokoh masyarakat Sijutuah Batua.


Kepada awak media sesaat setelah pelaksanaan upacara, Bupati Safaruddin menyampaikan apresiasi kepada IPDN atas terselenggaranya napak tilas sejarah kepahlawanan di Indonesia yang terjadi di Situjuah Batua yang menitikberatkan pada semangat juang para pahlawan dalam memelihara kemerdekaan Republik Indonesia. 


"Mencintai dan menghargai jasa-jasa pahlawan serta meneladani perilaku hidup, jiwa, semangat, cinta bangsa dan negara, cinta tanah air, berani berkorban tenaga dan harta benda untuk membela Negara Kesatuan Republik Indonesia harus diteladani oleh Praja Muda IPDN dalam pengabdiannya kepada negara, terlebih para praja ini suatu saat akan menjadi pemimpin Republik Indonesia di masa yang akan datang," sambung Bupati Safaruddin.


Bupati lebih lanjut menjelaskan, nilai-nilai kepahlawanan saat ini mulai memudar, dan seperti terlupakan khususnya pada generasi muda. Semangat dan nilai-nilai kepahlawanan yang telah ditunjukkan oleh para pendahulu negara tersebut hendaknya tetap terus ditumbuh kembangkan dalam hati sanubari setiap elemen bangsa khususnya Praja Muda IPDN. "Di hadapan kita sekarang terbentang beragam persoalan yang membutuhkan pahlawan-pahlawan masa kini. 


Tidaklah keliru jika sebutan pahlawan masa kini ditujukan kepada mereka yang mampu mengatasi persoalan sesuai bidang yang dikuasainya melalui dedikasi yang melebihi tuntutan, hal itu kami rasa dapat dibuktikan oleh IPDN dalam mencetak abdi negara yang mampu menggerakkan percepatan peningkatan pelayanan publik," tuturnya. (Jpp)

 
Top